Jumat, 07 September 2012

Remember The Urge Lyric and Translation

Lagu ini sebenernya udah lama, dari tahun 2011 kalau gak salah. Tapi baru nemuin sekitar 1 bulan yang lalu, hahaha telat banget. Gak apa-apalah. Musiknya enak didengerin, melodinya... uhuy... keren banget. Gak menyesal deh dengerinnya. Rin buating 2 translation, Inggris sama Indonesianya. Selamat membaca....

[Lyric]

Kuroku nuritsubusu youni kuuhaku wo ume ta
Doko de kurui hajime ta ?
Ano hi toha chigau (Ugly rivalry)

Aza yaka sugi tanowa
Yume wo misugi tasei
Ima wa nanimo kanji nai

Souzou ni miwo nage ru kimi he

Aza yaka sugi tanowa
Kitto ore mo onaji de
Ima wa tada toki wo mitsu me

Nee kiko erukai ?
Kokoro ga kie ta oto tsumeta ku hibiku
Kuzure dashi ta sekai no hate ni
Ah~ Nani ga nokoru ?

[My own enemy]
There is the need to disturb it now
[Your own enemy]
Never miss the eyes
Know your enemy

Tsutae kire nu hodo koko wa kuraku te nanimo mie nai
Owa ru koto no nai kuuhaku ni naniwo miru ?

Yume wa hakana ku subete ni kurushi miwo oboe ta tokini
Shinji rareru nowa jibun de

Nee wasure naide
Sono meni utsuri komu hikari no sakini
Fukai yami ga sonzai shitemo
Shinjitsu wa hitotsu darou ?

Nee kiko erukai ?
Kokoro ga kie ta oto tsumeta ku hibiku
Kuzure dashi ta sekai no hate ni
Ah~ Nani ga nokoru ?

[English Translation]

I filled the blank space up like lacquering black
Where have I started to be out of order?
Ugly rivalry differs in the one at the day

Its was too bright because of too much dreaming
Now.i don't feel anything

Dear you who throw yourself to imagination
Surely mine was also too much bright
Now I just gaze at the time
Hey,can you hear me?

The sound the spirit's gone resounds coldly
At the extremity of the collapsing world
What remains to be there?

[My own enemy]
There is the need to disturb it now
[Your own enemy]
Never miss the eyes
Know your enemy

Here is too dark to express what it is and to see anything
What to you see in the endless blank space ?

The dream is fleeting and when it sees the pain for everything
What opu can believe is only yourself

Hey, don't forget
On the ahead of the light shining on the eyes
Suppose,deep darkness exists
The truth is only one, isn't it?

Hey,can you hear me?
The sound the spirit's gone resounds coldly
At the extremity of the collapsing world
What remains to be there?

[Indonesia Translation]
Aku terisi oleh ruang yang kosong seperti pernis hitam
Sejak kapan aku menjadi kacau?
Persaingan yang buruk terjadi setiap hari


Aku menjadi terlalu terang karena terlalu banyak bermimpi
Sekarang, aku tak merasakan apa-apa

Kau yang melemparkan dirimu sendiri dalam khayalan
Tentunya khayalan ku juga terlalu terang
Sekarang aku hanya meratapi waktu

Hey, bisakah kau mendengarku?
Suara dari jiwa yang pergi kembali terdengar dengan dingin
Pada puncak dimana dunia runtuuh
Apa yang tersisa disana?

[Musuhku]
Waktunya untuk mengganggunya*
[Musuhmu]
Jangan pernah mengallihkan pandangan
Ketahui musuhmu

Di sini terlalu gelap untuk mengespresikannya dan untuk melihat apapun
Apa yang kau lihat dalam ruang kosong yang tak berujung?

Mimpi yang berlalu dengan cepat, dan ketika kau melihatnya rasa sakit yang kau rasakan
Yang dapat kau percaya hanya dirimu sendiri

Hey, jangan lupa
Di atas cahaya yang bersinar pada mata
Semestinya, kegelapan yang dalam ada
Kebenaran hanya satu, iya kan? 

Hey, bisakah kau mendengarku?

Suara dari jiwa yang pergi kembali terdengar dengan dingin
Pada puncak dimana dunia runtuuh
Apa yang tersisa disana?




*Rasanya janggal kalau menerjemahkannya sesuai teks Inggrisnya, "Ada butuhnya kita mengganggunya sekarang"
Mungkin rasanya sedikit berbeda dari terjemahan aslinya atau bahasa Inggrisnya. Berhubung Rin nggak ngerti bahasa jepang, aku cuma nerjemahin melalui lirik Inggrisnya. Dan berhubung beberapa dari lirik dari bahasa Inggrisnya cukup aneh untuk diterjemahkan ke bahasa Indonesia, beginilah jadinya.
Baca Selengkapnya  »»

Pemrograman I part 1

Akhirnya terealisasi juga keinginan dari beberapa waktu lalu. Posting tentang pemrograman dengan menggunakan java! Sambil menyelam minum air, sambil mengingat lagi pelajaran tentang pemrograman 1 juga bisa berbagi ilmu. Di kampus Rin belajar pemrograman dengan menggunakan java. Apa sih java itu?

Java adalah salah satu bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk aplikasi keuangan, dekstop, simulasi pesawat, pemrosesan citra, game dan banyak lagi lainnya. Selain java ada berbagai bahasa pemrograman lain seperti C++, C#, Delphi, dan Pascal. Tapi yang Rin dapetin di kampus adalah java.

Untuk menjalankan java tentu saja kita harus menginstallnya terlebih dulu. Kita perlu JDK (Java Development Kit) agar komputer mengenali java di komputer atau laptop kita. Setelah itu kita bisa menginstall software untuk coding java seperti JCreator atau NetBeans. Tapi kata ibu Dosen, kalau mau lebih mengerti dan memahamin syntax lebih baik kita menggunakan JCreator. Soalnya kalau di NetBeans ada kesalahan sedikit saja akan muncul peringatan, berbeda dengan JCreator. Do JCreator peringatan kesalahan akan muncul ketika program sudah dicompile.

Ayo bikin program paling simple! Program yang nampilin selamat datang di console kita. Check this out!

Coding untuk program sederhana kita

Ini hasilnya...

Jika ada yang ditanyakan jangan sungkan-sungkan. Mohon maaf jika Rin gak bisa jawab, karena kita juga masih sama-sama belajar. Selamat mencoba ^^V
Baca Selengkapnya  »»

Senin, 09 Juli 2012

Mengurangi Rasa Sakit Karena Sengatan Lebah

Wah, udah lama gak posting di blog. Blog-ku begitu dibuka penuh dengan sarang laba-laba. Hahaha, alay.com. Sebenernya banyak banget bahan yang pengen di tulis di blog, tapi modem dan malas menghalangi jalanku (geje banget).

Kali ini, rin mau nulis tentang mengatasi rasa sakit karena sengatan lebah. kepikiran nulis artikel beginian karena kemarin sore ada insiden nenek yang tersengat lebah. dan gara-gara itu bikin seisi rumah ribut huru-hara.



#yang pertama sekali yang harus dilakukan ketika tidak sengaja tersengat lebah adalah memastikan apakan sengat dari lebah tersebut masih tertinggal atau tidak. jika sengatnya masih tertinggal akan percuma saja jika kita mau melakukan pertolongan pertama. tapi harus sangat hati-hati dalam mengeluarkannya. jangan gunakan tangan kosong, karena bisa-bisa bukan sengatnya yang keluar, tapi justru racunnya keluar semakin banyak. gunakan pinset untuk mengeluarkannya.

#yang kedua, cuci bagian yang tersengat dengan air sabun. cara ini paling tidak akan membersihkan racun yang berada di daerah luar yang bisa dijangkau dengan air

#yang ketiga ambil sedikit pasta gigi dan oleskan pada bagian yang tersengat lebah. menthol yang terdapat pada pasta gigi akan memberikan rasa dingin dan mengurangi rasa sakitnya

itu sekedar tips untuk menghilangkan rasa sakitnya, semoga bermanfaat...
Baca Selengkapnya  »»

Senin, 13 Februari 2012

In Heaven "Special Story"

Lagi, tentang In Heaven-nya JYJ. Walau lagu ini mulai dirilis pertengahan tahun 2011, tapi sampai sekarang masih aja sering dengerin lagu ini, nggak ada bosannya. kali ini Reirinka mau posting Indonesia translation  In  Heaven sama sebuah cerita dari video klip-nya. bisa dibilang cerita video klip yang dinarasikan. hehe.

Untuk translationnya, maaf sekali kalau misalnya ada yang salah terjemah. maklum aja udah terjemahan di terjemahin lagi. kalau ada yang salah, silakan aja comment, nanti biar dibenerin.

Selamat menikmati...




menyapu keajaiban dari melihatmu
aku tak mungkin mampu untuk terus hidup
bahkan ketika aku telah lari dari setiap mimpi
hal pertama yang aku lihat adalah wajahmu
aku merasa seperti telah dibajiri oleh rintik hujan dunia ini

sejak kapan aku melihamu?
selamanya
bahkan jika ada penyesalan, yaitu ketika sama sekali tak ada cara untuk melihatmu
kenangan dari sebuah bayangan
kelembaban dari sebuah nama
ada di sana di dalam kenangan kecil itu

aku tak bisa melakukannya, sengguh tak bisa
seperti kau berada di sisiku
tak menunggu, aku tak menunggu lagi
aku akan mencoba lagi untuk mengatakan sesuatu
aku akan mecoba lagi untuk meninggalkan beberapa kenangan
berjalan di dalam mimpi
dalam langkahku
takut untuk menutup mataku

jangan pergi, jangan tinggalkan aku
tak bisakah kau tetap berada di sisiku
bohong, semuanya bohong
aku tak dapat mendengarkan apapun
mencintaimu, aku mencintaimu
tak dapatkah kau melihatnya
mencintaimu, aku mencintaimu
akankah kau mencintaiku lagi

sangat cepat, kau telah benar-benar terlupakan
jejak untuk mencarimu juga telah menghilang

jalan terakhir ini, diikuti oleh air mataku
lagi, aku se-dikit lebih dekat (lagi, hampir sama)

(aku juga telah berubah)
kau tak ada di sini di sisiku
aku akan pergi sekarang
aku akan pergi
sekarang aku akan mengikuti jalanmu
mengikuti jalan yang tak akan pernah berakhir
pergi kemanapun untuk mencarimu
aku takut kehilanganmu akan membawa kesedihan

jangan pergi, jangan tinggalkan aku
tak bisakah kau tetap berada di sisiku
bohong, semuanya bohong
aku tak bisa mendengar apapun
mencintaimu, aku mencintaimu
tak dapatkah kau melihatnya
mencintaimu, aku mencintaimu
akankah kau mencintaiku lagi

jangan pergi, jangan pergi, bisakah kau tetap di sini
bohong, bohong, aku tak bisa dengar
aku mencintaimu, aku mencintaimu, dapatkah kau melihatnya
aku mencintaimu, aku mencintaimu, akankah kau mencintaiku

jangan pergi, jangan pergi, bisakah kau tetap di sini
bohong, bohong, aku tak bisa dengar
aku mencintaimu, aku mencintaimu, dapatkah kau melihatnya
aku mencintaimu, aku mencintaimu, akankah kau mencintaiku

jangan pergi, jangan pergi, bisakah kau tetap di sini
bohong, bohong, aku tak bisa dengar
aku mencintaimu, aku mencintaimu, dapatkah kau melihatnya
aku mencintaimu, aku mencintaimu, akankah kau mencintaiku
aku mohon padamu, kembalilah padaku

jangan pergi, jangan tinggalkan aku
tak bisakah kau tetap berada di sisiku
bohong, semuanya bohong
aku tak bisa mendengar apapun
mencintaimu, aku mencintaimu
tak dapatkah kau melihatnya
mencintaimu, aku mencintaimu
akankah kau mencintaiku lagi






Hari ini adalah hari yang sangat penting bagi Junsu. Hari ini ada sebuah rapat penting yang menentukan karirnya, jika dia berhasil memukau para dewan dengan presentasinya tentu saja usaha yang dia lakukan selama ini tidak akan sia-sia. Ya, demi hari ini dia sudah mengorbankan banyak hal. Mengorbankan pikirannya dan yang paling penting dia juga telah mengorbankan waktunya yang sangat berharga untuk Jihyo kekasihnya.
                Junsu sangat tegang menghadapi rapat hari ini. Dia kembali mengecek penampilannya. Walau berapa kali pun Junsu mengecek panampilannya, penampilannya hari itu sudah sempurna. Rambutnya rapi sempurna, kemeja dan jasnya licin, dasi-pun sudah cocok, untuk wajah tak usah ditanyakan lagi. Diantara para karyawan Junsu dikenal sebagai seorang pria yang tampan. Badannya tinggi tegap, wajahnya lonjong, dan ketika tersenyum sangat manis. Selain terkenal karena wajahnya, Junsu juga dikenal sebagai pekerja yang rajin, pandai, dan juga ramah sehingga banyak rekan kerja yang senang dengan pria ini.
Tanpa dia sadari, orang yang paling berharga baginya di luar sana sedang sangat sedih.   Ya, Jihyo benar-benar sedih. Selama lebih dari tiga tahun bersama dengan Junsu, Junsu jarang sekali menghabiskan waktu bersamanya. Pekerjaan, selalu pekerjaan. Jihyo tau Junsu sangat menyukai pekerjaannya, tapi ini sudah keterlaluan. Jihyo berjalan gontai, entah dia berjalan ke mana. Air matanya terus mengalir tak mau berhenti. Jalanan ramai yang ia laluipun seperti hanya sebuah jalan sepi dimana hanya dia yang melaluinya. Dia mencoba menelpon Junsu berharap masih ada perhatian dari Junsu untuknya.
                Di dalam rapat itu Junsu dengan segala yang ia miliki mempresentasikan hasil pekerjaannya selama beberapa waktu terakhir ini. Junsu bisa melihat para atasannya merasa puas dengan apa yang ia lakukan. Ditengah presentasinya ia sadar handphonenya bergetar. Ia ragu sejenak, dia ingin mengangkat telpon itu tapi dia sedang berada ditengah presentasi. Tanpa sempat menengok siapa yang menelponnya dia menlanjutkan presentasinya. Dan Junsu tidak sadar bahwa itu adalah kesalahan terbesar yang pernah ia lakukan dalam hidupnya.
                Kali ini Jihyo benar-benar putus asa. Entah ini sudah yang keberapa kalinya Junsu tak mengangkat telponnya, Jihyo sudah tak dapat menghitungnya. Harapan terakhirnya sirna, air matanya mengalir semakin deras. Dia terus melangkah tanpa memperhatikan apa yang ada disekitarnya. Jihyo tanpa sadar terus melangkah menuju jalan raya padahal jalan sedang ramai dan lampu lalu lintas sedang menyala hijau. Pikirannya benar-benar kacau, Jihyo terlalu sedih. Sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menuju kearahnya. Dia menyadari mobil itu menuju ke arahnya, tapi dia sama sekali tak bergerak. Tak ada kekuatan dan kemauan untuk menghindari mobil itu dan... BRAKKKK
***
Agustus 2011
                Sudah tiga bulan sejak kematian Jihyo. Memang rapat itu berjalan sesuai dengan harapan Junsu, tapi di saat bersamaan dia kehilangan hal terpenting yang dimilikinya. Dia kehilangan seseorang yang sangat dia cintai. Sejak kematian Jihyo, tidak semalampun dia tidak memimpikannya. Dia memimpikan wajah Jihyo, memimpikan kecelakaan yang menimpa Jihyo. Dia tak pernah bisa memaafkan dirinya sendiri karena hal itu.
Junsu menjadi sangat kacau. Rumahnya berantakan, dulu rumah mungil itu selalu rapi. Bunga-bunga yang ada di rumahnya layu dan mati semua. Padahal selama ini Junsu selalu rajin menyiram bunga-bunga itu, bunga dari Jihyo.
                Waktu berjalan dengan sangat lambat. Junsu mencoba melanjutkan hidupnya, tetap bekerja seperti biasa. Tapi dia tidak sama seperti sebelumnya. Walau semua berjalan dengan baik tapi dia tidak pernah bisa bahagia seperti sebelumnya. Bagaimana mungkin setelah kehilangan Jihyo dia tetap seperti dulu. Tersenyum, tapi tidak tersenyum. Hatinya membeku.
Ketika mencoba mengingat kemabali tentang Jihyo tak ada yang bisa diingatnya. Ingatannya tentang Jihyo terus menghilang. Bukan, bukan menghilang, tapi dia memang tidak mempunyai ingatan maupun kenangan yang manis bersama Jihyo. Dia tak pernah meluangkan waktu untuk wanita yang paling dicintainya itu.
Kini dia menyesal, ketika Jihyo membutuhkannya dia tak pernah ada disampingnya. Selalu saja pekerjaan yang dia utamakan. Dan ketika Junsu sudah kehilangan Jihyo, Junsu baru sadar betapa ia sangat mencintainya. Tapi semua sudah terlambat. Junsu sudah tak bisa lagi melihat wajahnya, melihat senyumannya yang manis, menatap matanya yang indah, menggenggam tangannya.
***

Kehidupan rasanya menjadi hal yang membosankan bagi Junsu. Bekerja dari pagi sampai sore, dan ketika malam ada waktu Junsu melakukan beberapa latihan kecil. Begitu terus, selalu berulang-ulang. Tak ada hal yang menggembirakan, menyenangkan, selalu sama.
Malam itu Junsu jogging mengelilingi kompleks perumahannya. Junsu berlari dipinggiran jalan, sambil melihat lampu kota yang gemerlapan. Walaupun belum terlalu larut tapi tak banyak kendaraan yang melintas malam itu.  Malam itu sungguh tenang dan hangat. Setelah sekitar 30 menit  jogging Junsu memutuskan untuk membeli minum lalu istirahat disebuah mini market yang ada di pinggiran jalan itu. Junsu tau persis letak minuman yang dicarinya, karena setiap jongging dia pasti akan mampir ke mini market ini.
Pada jam-jam seperti ini biasanya minimarket sedikit sepi, tapi malam itu ada seorang anak kecil dalam mini market itu. Anak kecil itu terus memperhatikan  lolipop yang berada di meja kasir. Junsu memperhatikan anak itu.
Kenapa anak ini sendirian pada jam seperti ini? Batin Junsu. Junsu mendekati meja kasir untuk mebayar minumannya.
“Tolong sekalian hitung ini juga”, Junsu menyodorkan sebuah lolipop kepada penjaga kasir itu. Setelah membayarnya Junsu memberikan lolipop tersebut kepada anak kecil tadi sambil tersenyum ramah. Junsu berjalan keluar mini market dan duduk di tempat duduk yang berada diluar mini market. Segera saja botol minuman yang dari tadi dipegang Junsu buka. Dalam sekali teguk saja setengah dari isi botol itu lenyap. Tiba-tiba saja ada suara kecil yang menyapanya.
“Paman”, rupanya anak kecil yang tadi. Sebenarnya Junsu sedikit kaget karena ternyata anak kecil itu masih di sini. Anak kecil itu tiba-tiba bertanya, “Paman kelihatannya sangat sedih dan kesepian. Apa ada seseorang yang paman rindukan?”
Junsu terkejut mendengar pertanyaan anak itu. Wajah Jihyo-pun langsung muncul dalam benaknya. Sesaat Junsu terdiam, baru ia menjawab pertanyaan anak kecil itu.
“Benarkah?”, Junsu diam lagi lalu menjawab pertanyaan bocah itu. “Iya, paman memang sedang merindukan seseorang. Tapi orang yang paman rindukan, sampai kapanpun paman tidak akan pernah bisa melihatnya lagi. Tapi...”, belum sampai ia menyelesaikan kata-katanya anak kecil tadi menghilang. Junsu menoleh ke sana kemari. Tapi percuma saja, anak kecil itu seperti menghilang tanpa jejak. Aneh sekali, pikir Junsu. Tapi dengan segera pikirannya kembali pada Jihyo.
Benar sekali, aku sangat merindukannya. Jihyo... apa ini semua karma untukku? Karena aku tak pernah memikirkanmu. Tapi kenapa kau pergi begitu saja seperti itu? Apa yang harus kulakukan? Aku, sangat ingin melihatmu.
Junsu melangkah pulang, sambil tetap memikirkan tentang Jihyo. Karena pertanyaan anak  tadi bayangan Jihyo tetap berada di dalam pikirannya. Sampai sesaat sebelum Junsu tertidur ia tetap memikirkan Jihyo.
***

Pagi ini rasanya alarm Junsu berdering lebih keras, dengan rasa enggan Junsu mematikan alarmnya dan perlahan membuka matanya. Junsu menyeret kakinya menuju kulkasnya dan meraih sebotol air minum. Setelah beberapa teguk tiba-tiba bel rumahnya berbunyi. Siapa sih pagi-pagi begini datang? Protes Junsu dalam hati.
Junsu berjalan santai ke arah pintu rumahnya, sambil mengenakan cardigan. Pelan-pelan dia membuka pintu sambil bertanya-tanya siapa yang pagi-pagi datang ke rumahnya. Perlahan-lahan wajah orang yang memencet bel itu tampak. Seorang gadis cantik yang sedang tersenyum manis ke arah Junsu. Junsu tak percaya dengan apa yang dilihatnya, tanpa sadar matanya membelalak.
Bagaimana bisa? Pertanyaan itu langsung melintas dipikirannya. Dia terlalu terkejut sampai tak bisa berkata apa-apa. Itu, benar-benar Jihyo??? Tapi,  itu sama sekali tak mungkin.
Gadis itu yang tadinya tersenyum berubah menjadi cemberut melihat ekspresi Junsu yang sepertinya kaget melihat dirinya di sini. Tanpa berkata apa-apa gadis itu berjalan masuk. Gadis itu berjalan langsung menuju dapur, menaruh tas plastik yang sedari tadi dibawanya ke atas meja.
Junsu masih tetap tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Berjalan mengikuti sosok yang sangat dia rindukan dengan tertatih-tatih. Bagaimana mungkin? Apa aku bermimpi? Langkahnya terhenti tepat didepan kulkas yang tak jauh berada dari tempat gadis itu berdiri.
           “Ka... kau...”, Junsu sama sekali tak mampu berkata apa-apa. Dia masih bingung apakah dia sedang berada dalam mimpi. Tapi jika ini memang hanya mimpi tapi kenapa rasanya begitu nyata. Sosoknya, wajahnya, senyumannya, wajah cemberutnya, langkahnya, semuanya.

           JIHYO!!!


Bersambung...


Baca Selengkapnya  »»
 
Design Downloaded from Free Blogger Templates | Free Website Templates