Soal efek buruk gelombang mikro dari ponsel memang masih menjadi perdebatan. Namun, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli di kalangan universitas, dari Apeejay College of Engineering menemukan dampak paparan gelombang mikro dari ponsel dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko serangan tumor otak.
Dalam penelitian ini ditemukan, bahwa mereka yang menggunakan ponsel dalam waktu yang cukup lama juga memiliki risiko terserang glioma ganas juga neuromas akustik. "Kami menyimpulkan bahwa standar paparan gelombang mikro dari ponsel tidak aman untuk digunakan dalam jangka waktu panjang dan diperlukan penelitian mendalam mengenai hal ini," kata pimpinan penelitian, RB Dubey.
Penelitian lainnya yang dipimpin oleh Dr Lennart Hardell menemukan risiko dari tumor otak akan meningkat seiring semakin seringnya seseorang menggunakan ponsel. Risiko tersebut juga berbanding lurus dengan lamanya penggunaan ponsel. Sedangkan pada anak-anak, gelombang mikro yang dihasilkan oleh ponsel akan memiliki efek yang lebih brutal terhadap otak.
FDA membenarkan bahwa ponsel mengeluarkan radiasi level rendah dan energi radio frequency (RF) tidak panas yang tidak merusak DNA. Meski berlevel rendah, namun jika terakumulasi dalam jumlah yang besar, radiasi ponsel ini akan berakibat buruk. Hal ini akan lebih berbahaya pada anak-anak.
Pada tahun 2007, organisasi The Environmental Working Group (EWG) pernah melakukan studi yang hasilnya lumayan mengejutkan. Ada peningkatan jumlah anak hiperaktif sebesar 80 % pada anak-anak yang semasa kecilnya menggunakan ponsel, atau ketika semasa mereka dalam kandungan, sang ibu sering menelepon dalam waktu lama dengan menggunakan ponsel.
Resiko penyakit lainnya yang diprediksi akan muncul dalam jangka waktu 10 tahun dengan intensitas penggunaan yang sering adalah glioma atau tumor otak (60%), tumor kelenjar ludah (50%), migrain dan vertigo (10-20%).
Sebenarnya hanya satu cara untuk mengurangi bahaya radiasi ponsel, yaitu dengan menjauhkannya sejauh mungkin dari organ tubuh, terutama ketika sedang bertelepon. Maka, ada baiknya jika anda mempertimbangkan untuk melakukan 5 cara mengurangi bahaya radiasi ponsel di bawah ini:
Pada tahun 2007, organisasi The Environmental Working Group (EWG) pernah melakukan studi yang hasilnya lumayan mengejutkan. Ada peningkatan jumlah anak hiperaktif sebesar 80 % pada anak-anak yang semasa kecilnya menggunakan ponsel, atau ketika semasa mereka dalam kandungan, sang ibu sering menelepon dalam waktu lama dengan menggunakan ponsel.
Resiko penyakit lainnya yang diprediksi akan muncul dalam jangka waktu 10 tahun dengan intensitas penggunaan yang sering adalah glioma atau tumor otak (60%), tumor kelenjar ludah (50%), migrain dan vertigo (10-20%).
Sebenarnya hanya satu cara untuk mengurangi bahaya radiasi ponsel, yaitu dengan menjauhkannya sejauh mungkin dari organ tubuh, terutama ketika sedang bertelepon. Maka, ada baiknya jika anda mempertimbangkan untuk melakukan 5 cara mengurangi bahaya radiasi ponsel di bawah ini:
- Mengaktifkan speaker phone, ini akan menjauhkan anda paling tidak 15 inchi dari ponsel anda, yang artinya anda mengurangi RF ke otak sebesar kurang lebih 1/225th.
- Gunakanlah telepon kabel, jika akan bertelepon untuk waktu yang lama.
- Jika tidak memungkinkan untuk mengaktifkan speaker phone, gunakanlah headset.
- Tidak meletakkan ponsel didekat Untuk mendapatkan fungsi alarm, gunakan saja alarm meja.
- Carilah petunjuk mengenai daya radiasi RF ponsel anda di buku panduan penggunaan ponsel. Yang diijinkan oleh SAR (Specific Absorption Rate) Amerika adalah 1.6. Setiap ponsel memiliki daya radiasi RF yang berbeda-beda.


